CIRI-CIRI KEBAHASAAN TEKS FANTASI
Ciri kebahasaan pada teks cerita fantasi
Penggunaan kata ganti dan nama orang sebagai sudut pandang penceritaan
Kata ganti orang pertama : aku, saya
Kata ganti orang kedua : kamu, engkau, kalian
Kata ganti orang ketiga : dia, ia, mereka, nama orang( Doni, Santi, Joko)
Penggunaan kata yang mencerap panca indera untuk deskripsi latar (tempat, waktu, suasana)
Contoh:
Latar tempat
Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan berlian bertaburan di dinding rumah itu.
Latar waktu
Tengah malam tak ada bintang di langit itu. Mendung hitam nampak mengumpal. Lolongan anjing bersahut-sahutan menyambut malam yang semakin larut.
Latar suasana
Setetes air mata pun jatuh dari wajah Sang Ratu. Tak sepatah kata pun terdengar dari bibirnya. Kamar yang megah ini terasa sunyi dan penuh kesedihan.
Menggunakan pilihan kata dengan makna kias dan makna khusus.
Contoh:
Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang ia mengendus sekeliling.
Menggunakan kata sambung (konjungsi) penanda urutan waktu
setelah , sebelum, kemudian, lalu, ketika, akhirnya, sementara itu, bersamaan dengan itu
Contoh:
Setelah buku terbuka aku terseret pada masa lampau.
Akhirnya, Farta dapat menyelamatkan diri dari terkaman raksasa.
Ardhan membuka matanya ketika sinar mentari mulai bermain di wajahnya.
Penggunaan kata/ ungkapan keterkejutan
Penggunaan kata/ ungkapan keterkejutan berfungsi untuk menggerakkan cerita (memulai masalah)
Contoh:
Tiba-tiba seorang alien yang berukuran lebih besar datang.
Tanpa diduga buku terjatuh dan halaman terbuka menyeret Nabila pada dunia lain.
Di tengah kebahagiaannya datanglah musibah itu.
Penggunaan kalimat langsung /dialog dalam cerita
Contoh:
“Raksasa itu mengejar kita!” teriak Fona kalang kabut.
“Benar kata Gajah Mada tadi…” Handi berucap lirih.
“Aku harus membawa dia kembali” teriakku.
Komentar
Posting Komentar