Perjaka
Gelap terang selalu datang
Bagai kutunggu dikau, sayang
Bulan merah hadir
Dalam remang sisi tebing
kegalauan
Di sana di bangku tua
Ciuman pertama
Menggores luka
Ciptakan duka, sang dara
Penantian panjang penuh
Bunga-bunga cinta
Rindu tertahan penuh berjuta
gelora asmara
Ah...indahkah ?
Pelangi selalu tebar pesona
Cakrawala senja buat terpana
Waktu terus berjalan
Malampun harus datang
Haruskah ada air mata ?
Lelakiku kau tamam rasa
dalam dada
Kau taburkan asa, tak terkira
Kau semai dalam hujan
Kau tumbuhkan, hanya angan
Ku tetap bertahan !
Hingga kau runtuhkan
dalam kesia-siaan
Melati putih mekar
depan jendela, setia
Wangimu penuhi
Jiwa yg lara
Dalam gelap terang
Dunia
Gelap terang selalu datang
Bagai kutunggu dikau, sayang
Bulan merah hadir
Dalam remang sisi tebing
kegalauan
Di sana di bangku tua
Ciuman pertama
Menggores luka
Ciptakan duka, sang dara
Penantian panjang penuh
Bunga-bunga cinta
Rindu tertahan penuh berjuta
gelora asmara
Ah...indahkah ?
Pelangi selalu tebar pesona
Cakrawala senja buat terpana
Waktu terus berjalan
Malampun harus datang
Haruskah ada air mata ?
Lelakiku kau tamam rasa
dalam dada
Kau taburkan asa, tak terkira
Kau semai dalam hujan
Kau tumbuhkan, hanya angan
Ku tetap bertahan !
Hingga kau runtuhkan
dalam kesia-siaan
Melati putih mekar
depan jendela, setia
Wangimu penuhi
Jiwa yg lara
Dalam gelap terang
Dunia
Komentar
Posting Komentar