Takdir
Bunga kamboja luruh satu-satu
Tangan mungil mengais-ngais di ujung bilik bambu, rapuh
Seorang ibu meraba-raba dalam hampa
Dimana kucari asa ntuk si dia
Kupu-kupu mungil beterbangan
Mengitari wangi kemuning, senja
Seorang perjaka bertahta, dipuncak
Surga
Siapa dan siapa
Mata menatap penuh luka
Bertanya dan bertanya
Bunda mengapa, semua
Gores pena tajam dalam dada
Ini harus diterima, walau
Jadi catatan sampai tua
"Aku tak kuasa, aku tak bisa"
"Aku penuh noda dan aku penuh dosa"
"Ini jalanku moga bukan jalanmu"
Bunga kamboja luruh satu-satu
Kemuning senja gugur beribu- ribu
Sucinya hatimu tak bisa terungkap dengan kata
Ikhlasmu tak bisa tergambar dengan pena
Kupu-kupu terbang tinggi
Bawa pesan ke surga bersama pelangi
Di haribaanya smoga kau kini
Gadis kecil mengais-ngais masa lalu
Mencari dirinya yang hilang
Dalam bilik bambu
Penuh kenangan.
Bunga kamboja luruh satu-satu
Tangan mungil mengais-ngais di ujung bilik bambu, rapuh
Seorang ibu meraba-raba dalam hampa
Dimana kucari asa ntuk si dia
Kupu-kupu mungil beterbangan
Mengitari wangi kemuning, senja
Seorang perjaka bertahta, dipuncak
Surga
Siapa dan siapa
Mata menatap penuh luka
Bertanya dan bertanya
Bunda mengapa, semua
Gores pena tajam dalam dada
Ini harus diterima, walau
Jadi catatan sampai tua
"Aku tak kuasa, aku tak bisa"
"Aku penuh noda dan aku penuh dosa"
"Ini jalanku moga bukan jalanmu"
Bunga kamboja luruh satu-satu
Kemuning senja gugur beribu- ribu
Sucinya hatimu tak bisa terungkap dengan kata
Ikhlasmu tak bisa tergambar dengan pena
Kupu-kupu terbang tinggi
Bawa pesan ke surga bersama pelangi
Di haribaanya smoga kau kini
Gadis kecil mengais-ngais masa lalu
Mencari dirinya yang hilang
Dalam bilik bambu
Penuh kenangan.
Komentar
Posting Komentar